Kamis, 10 September 2015

File Etaxinvoice.exe Terinfeksi Virus

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengenai e faktur yang file .exe nya tidak bisa dijalankan karena terinjeksi atau terserang virus.
Pada awalnya saya bingung juga mau bagaimana, dimana disitu mw cetak faktur, mau laporan dll yang buat frustasi, dua harian saya berkesperimen :D di komputer kantor saya sambil diskusi di Forum Ortax.org.

dan akhirnya program aplikasi e faktur saya bisa juga di buka kembali, Alhamdulillah...
pada dasarnya di dalam diskusi di forum ada 2 metode yang bisa dilakukan
1. Meminta File Etaxinvoice.exe dari KPP dimana proses nya yang lumayan Ribet
2. Mengekstrak kembali file Efaktur yang kita dapatkan dari KPP maupun dari yang kita download

disini saya akan menjelaskan yang poin ke dua karena poin pertama KATANYA agak sedikit ribet dan memakan proses waktu yang lama.

Cara nya adalah

  1. Bersihkan terlebih dahulu komputer anda dari virus ataupun malware, kalau tidak salah saya kemarin terinfeksi virus madangel, klu bisa bersih sebersih-bersihnya :D
  2. buka kembali file yang efaktur yang kita dapat dari KPP ataupun yang di download, kebetulan disini saya download, kemudian saya ekstrak file Efaktur_Windows_32bit.zip
  3. double klik / jalankan Efaktur_Windows_32bit.exe
  4. setelah proses akan ada file Etaxinvoice.exe, Etaxinvoicemain.exe, dan EtaxinvoiceUpd.exe (karena virus madangel itu menginfeksi semua file .exe) ketiga file nya saya copy
  5. dan terakhir timpakan di folder Efaktur_windows_32bit kita sebelumnya
dan akhirnya program e faktur kembali berjalan :DD

Kamis, 02 Juli 2015

Materi Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap

1.  Latar Belakang
Sistem informasi keuangan menjadi semakin penting dalam kehidupan perekonomian, khususnya untuk dunia usaha. Hal ini terjadi karena para pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan semakin bijaksana serta ditunjang dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Akuntansi keuangan sebagai salah satu cabang ilmu dan praktik akuntansi yang berhubungan dengan permasalahan laporan keuangan perusahaan kepada berbagai pihak pengambil keputusan dalam manajemen perusahaan, perlu diselenggarakan dengan berlandaskan pada standar akuntansi yang berlaku. Salah satu tujuan akuntansi adalah untuk memberikan informasi akuntansi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban, modal dan potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
Perusahaan bisnis yang menginvestasikan modalnya dalam bentuk harta yang bersifat tahan lama dan dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan dalam akuntansi dikenal dengan istilah aktiva tetap. Aktiva tetap (fixed asset) adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Aktiva tetap mempunyai karakteristik yang berbeda dengan aktiva lancer. Jika aktiva lancar dikendalikan pada saat konsumsinya, pengendalian aktiva tetap dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva tersebut. Hal ini disebabkan banyak pengeluaran-pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap yang tidak bisa tidak harus dilakukan karena berupa commited cost, yang dalam masa pengoperasian aktiva tetap jenis biaya tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manajemen melalui wewenang yang dimilikinya. Karena pengendalian aktiva tetap dilakukan pada saat perencanaan perolehannya, sistem akuntansi aktiva tetap tetap menyediakan mekanisme otorisasi sejak saat perencanaan sampai dengan saat pelaksanaan perolehan aktiva tetap.
Aktiva tetap berwujud meliputi berbagai bentuk kekayaan yang dipergunakan dalam operasi perusahaan yang biasa secara permanen atau untuk jangka panjang. Yang termasuk dalam aktiva tetap antara lain tanah, gedung atau bangunan, kendaraan, mesin-mesin dan alat-alat perkantoran. Tanah adalah bagian dari bumi yang dikuasai perusahaan dan digunakan dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan normal perusahaan. Gedung atau bangunan adalah bangunan-bangunan yang dikuasai oleh perusahaan yang penggunaannya berkaitan dengan kegiatan normal perusahaan, contoh : gedung kantor, gedung pabrik, dan gedung garasi. Kendaraan adalah segala alat transportasi yang dikuasai perusahaan dan digunakan dalam rangka kegiatan normal perusahaan, sebagai pengangkut barang atau karyawan. Mesin adalah segenap alat yang digunakan dalam pengolahan barang yang berkaitan dengan kegiatan normal perusahaan. Sedangkan alat-alat perkantoran adalah perangkat, perabot, dan perkakas perkantoran yang dikuasai perusahaan dan digunakan dalam kaitannya dengan kegiatan normal perusahaan.
Penilaian aktiva tetap berwujud, aktiva tetap dinyatakan sebesar nilai buku. Nilai buku adalah harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan aktiva tetap. Sedangkan harga perolehan aktiva tetap adalah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul dan biaya-biaya lain yang terjadi dalam memperoleh aktiva tetap sejak pembelian sampai aktiva tetap tersebut siap digunakan untuk operasional perusahaan.

2.     Definisi Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
            Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan (Mulyadi, 2001 :5). Menurut H. Bordnar Hopwood (2001 : 1) system adalah kumpulan dari sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Baridwan (1991 : 3) system adalah suatu kerangka dan prosedur-prosedur yang saling berhubunganan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.
            Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi (Jusuf, 2001 :5). Menurut Harahap (1996: 47) akuntansi adalah bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi atau mengkomunikasikan kondisi bisnis hasil usahanya pada suatu waktu atau pada suatu periode tertentu. Sedangkan menurut Soemarso (2000 : 4) akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pencatatan dan pengkomunikasian kejadian-kejadian  ekonomi suatu organisasi (perusahaan ataupun bukan perusahaan) kepada para pemakai informasi yang berkepentingan.
            Sistem akuntansi merupakan keseluruhan prosedur dan tehnik yang diperlukan untuk mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi suatu laporan yang bersifat keuangan baik sebagai bahan yang membantu pengembilan keputusan maupun alat untuk pengawasan (Andi, 2003: 34). Menurut Baridwan (1991: 4) sistem akuntansi adalah formulir-formulir, catatan-catatan, dan prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya. Sedangkan menurut Mulyadi (2001 :3) system akuntasi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
            Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan, bukan untuk dijual kembali (Mulyadi, 2001: 591). Menurut Baridwan (1997: 271) aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang sifatnya relative permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan normal. Sedangkan menurut Simamora (2000: 298) aktiva tetap (fixed assets) adalah aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
            Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem  aktiva tetap adalah sistem akuntansi yang mengolah transaksi yang mengubah aktiva tetap yang melibatkan bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lain, untuk menghasilkan informasi akuntansi yang dibutuhkan berbagai tingkat manajemen pada perusahaan.

3.     Tujuan Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
Sistem informasi aktiva tetap dibangun dengan tujuan untuk :
·         Memudahkan perusahaan melacak aktiva tetap yang saat ini dimiliki perusahaan.
·         Memudahkan perusahaan untuk menghitung beban depresiasi.
·         Memudahkan perusahaan untuk merekam transaksi yang terkait dengan aktiva tetap.
·         Memastikan bahwa perusahaan merekam harga perolehan yang benar pada saat pembelian aktiva tetap atau pada saat membuat atau membangun sendiri aktiva tetap.
·         Menghasilkan informasi yang relevan dan tepat waktu. Sistem informasi aktiva tetap diharapkan dapat menghasilkan informasi berupa :
a.    Daftar aktiva tetap yang dimiliki perusahaan, informasi ini berguna untuk memastikan kelengkaoan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Jika tidak memiliki daftar aktiva tetap, perusahaan tidak dapat melakukan pengecekan secara fisik atas aktiva perusahaan.
b.    Total beban depresiai setiap bulan, informasi ini berguna bagi perusahaan untuk menghitung laba rugi bulanan.


Tujuan spesifik dari Sistem Akuntansi Aktiva Tetap adalah :
  • Memproses akuisisi aktiva tetap ketika diperlukan dan sesuai dengan persetujuan dan prosedur manajemen formal
  • Mempertahankan catatan akuntansi yang memadai dari akusisi, biaya, deskripsi, dan alokasi fisik aktiva didalam organisasi
  • Mempertahankan catatan depresiasi yang akurat untuk aktiva aktiva yang dapat disusutkan dengan metode-metode yang wajar
  • Menyediakan informasi bagi pihak manajemen yang dapat membantu merencanakan investasi aktiva tetap di masa yang akan datang
  • Mencatat penghapusan aktiva tetap dengan benar


1.     Fungsi yang Terkait Dalam  Pengadaan Aktiva Tetap
Fungsi yang terkait dalam pengadaan aktiva tetap mempunyai peranan penting, dengan adanya fungsi yang terkait maka prosedur pengadaan aktiva tetap akan berjalan dengan baik. Adapun fungsi-fungsi yang terkait dalam prosedur pengadaan aktiva tetap adalah sebagai berikut :
Fungsi Pemakai. Dalam system akuntansi aktiva tetap, fungsi pemakai bertanggung jawab mengajukan usulan investasi dalam aktiva tetap dan mengajukan surat permintaan otorisasi investasi untuk merealisasikan perolehan aktiva tetap. Unit organisasi pemakaian aktiva tetap berfungsi mengelola pemakaian aktiva tetap.
Fungsi Riset dan Pengembangan. Fungsi ini bertanggung jawab mengajukan usulan investasi aktiva tetap yang dimanfaatkan bersama oleh lebih dari satu fungsi. Di samping itu, fungsi ini bertanggung jawab melalukan studi kelayakan setiap usulan investasi dari berbagai fungsi lain dalam perusahaan.
Direktur yang bersangkutan. Pejabat ini berfungsi memberikan persetujuan terhadap usulan investasi dan surat permintaan otorisasi reparasi yang diajukan oleh unit organisasi yang ada dibawah wewenangnya.
Direktur Utama. Pejabat ini yang memberikan otorisasi terhadap semua mutasi aktiva tetap. Otorisasi ini dicantumkan dalam formulir surat permintaan otorisasi investasi dan surat permintaan otorisasi reparasi.
Fungsi Pembelian. Fungsi ini bertanggung jawab memilih pemasok dan menerbitkan surat order pembelian untuk pengadaan aktiva tetap.
Fungsi Penerimaan. Fungsi ini bertanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap aktiva tetap yang diterima dari pemasok. Hasil pemeriksaan terhadap aktiva tetap tersebut dicantumkan dalam laporan penerimaan barang.
Fungsi Aktiva Tetap. Fungsi ini bertanggung jawab atas pengelolaan aktiva tetap perusahaan. Fungsi ini memiliki wewenang dalam penempatan, pemindahan, dan penghentian pemakaian aktiva tetap.
Fungsi Akuntansi. Fungsi ini bertanggung jawab dalam pembuatan dokumen sumber (bukti kas keluar dan bukti memorial) untuk pencatatan mutasi aktiva tetap dan penyelenggaraan buku pembantu aktiva tetap. Di samping itu, fungsi akuntansi bertanggung jawab atas penyelenggaraan jurnal yang bersangkutan dengan aktiva tetap (register bukti kas keluar dan jurnal umum).

2.     Dokumen yang Digunakan dalam Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
            Dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan adalah:

Surat Permintaan Otorisasi Investasi (Expenditure Authorization Request atau  Authorization for Expenditure). Karena investasi dalam aktiva tetap biasanya meliputi jumlah rupiah yang relative besar dan mencakup keterikatan dana dalam jangka waktu yang relative panjang, maka pengendalian aktiva tetap dilakukan melalui perencanaan yang matang. Perencanaan pengeluaran investasi dalam aktiva tetap dimulai dengan diajukannya usulan investasi kepada manajemen puncak. Dokumen yang digunakan untuk meminta persetujuan pelaksanaan investasi dalam aktiva tetap disebut surat permintaan otorisasi investasi. Dokumen ini diisi oleh fungsi yang mengusulkan perolehan aktiva tetap dan setelah diotorisasi oleh direktur fungsi yang bersangkutan dimintakan persetujuan dari Direktur Utama.

Surat Permintaan Reparasi (Authorization for Repair). Dokumen ini berfungsi sebagai perintah dilakukannya reparasi atau perbaikan atas aktiva tetap tersebut

Surat Permintaan Transfer Aktiva Tetap. Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dan pemberian otorisasi transfer aktiva tetap.

Surat Permintaan Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap. Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dan pemberian otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap.

Surat Perintah Kerja (Work Order). Dokumen ini memiliki 2 fungsi, yang pertama sebagai perintah dilaksanakannya pekerjaan tertentu mengenai aktiva tetap dan yang kedua sebagai catatan yang dipakai untuk mengumpulkan biaya pembuatan aktiva tetap. Dokumen ini digunakan sebagai perintah kerja pemasangan aktiva tetap yang dibeli, pembongkaran aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya.

Surat Order Pembelian. Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi pembelian yang merupakan surat untuk memessan aktiva tetap kepada pemasok. Untuk pembelian aktiva tetap yang melibatkan jumlah investasi yang besar umumnya pemilihan pemasok dilakukan melalui proses tender terbuka.

Laporan Penerimaan Barang. Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi penerimaan setelah fungsi ini melakukan pemeriksaan kuantitas, mutu, dan spesifikasi aktiva tetap yang diterima dari pemasok.

Faktur dari Pemasok. Dokumen ini merupakan tagihan dari pemasok untuk aktiva tetap yang dibeli.

Bukti Kas Keluar. Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran kas yang dibuat oleh fungsi akuntansi setelah dokumen surat permintaan otorisasi investasi, surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok diterima dan diperiksa oleh fungsi tersebut.

Daftar Depresiasi Aktiva Tetap. Daftar ini berisi jumlah biaya depresiasi aktiva tetap yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu. Dokumen ini merupakan dasar untuk pembuatan bukti memorial untuk pencatatan biaya depresiasi yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu.

Bukti Memorial. Dokumen ini digunakan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi depresiasi aktiva tetap, harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun, pemberhentian pemakaian aktiva tetap, dan pengeluaran modal.


3.     Catatan Akuntansi
            Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah:

Kartu Aktiva Tetap. Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu aktiva tetap yang digunakan untuk mencatat secara rinci segala data yang bersangkutan dengan aktiva tetap tertentu.

Jurnal Umum. Jurnal umum ini digunakan untuk mencatat transaksi harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun, biaya-biaya untuk pemasangan dan pembongkaran aktiva tetap, penghentian pemakaian aktiva tetap, dan depresiasi aktiva tetap.

Register Bukti Kas Keluar. Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pembelian aktiva tetap dan pengeluaran modal yang berupa pengeluaran kas.

4.  Jaringan Prosedur
Jaringan subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah:

Sistem Pembelian Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk melaksanakan pencatatan harga pokok aktiva tetap yang diperoleh dari transaksi pembelian. Karena harga pokok aktiva tetap yang dibeli terdiri dari harga yang tercantum dalam faktur dari pemasok dan semua biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan aktiva tetap sampai dengan dalam keadaan siap dipakai, maka dokumen sumber yang dipakai dalam prosedur ini adalah bukti kas keluar (yang dilampiri dengan surat permintaan otorisasi investasi, surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok) dan bukti memorial (yang dilampiri dengan surat perintah kerja).

Sistem Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan Sendiri.
Sistem ini dirancang untuk mencatat harga pokok aktiva tetap yang diperoleh perusahaan dari pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh perusahaan. Surat perintah kerja merupakan dokumen yang digunakan untuk mengumpulkan biaya kontruksi. Jika suatu aktiva tetap yang dibangun sendiri telah selesai, maka bukti memorial (yang dilampiri dengan surat perintah kerja) dipakai sebagai dokumen sumber untuk mencatat harga pokok aktiva tetap tersebut ke dalam kartu aktiva tetap dan jurnal umum.

Sistem Pengeluaran Modal
Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga pokok aktiva tetap dengan adanya pengeluaran modal. Setiap pengeluaran modal memerlukan dokumen surat permintaan otorisasi investasi dari manajemen puncak. Pelaksanaan surat permintaan otorisasi investasi dilakukan berdasarkan dokumen surat perintah kerja. Pencatatan biaya yang terjadi untuk surat perintah kerja dilakukan menurut nomer surat perintah kerja yang bersangkutan, sehingga dapat dihitung besarnya pengeluaran modal untuk surat perintah kerja tertentu, dan dapat dihitung tambahan harga pokok aktiva yang bersangkutan.

Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat pengurangan harga pokok dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya serta laba rugi yang timbul sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap tersebut. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan penghentian pemakaian aktiva tetap adalah bukti memorial yang dilampiri dengan dokumen pendukung berupa surat permintaan penghentian dan transfer aktiva tetap.

Sistem Transfer Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat pertanggungjawaban ke pusat pertanggungjawaban yang lain. Karena biaya depresiasi, biaya reparasi dan pemeliharaan harus dibebankan kepada pusat pertanggungjawaban yang menggunakan aktiva tetap, semua perpindahan aktiva tetap harus segera diikuti oleh fungsi akuntansi, agar fungsi ini dapat membebankan biaya-biaya tersebut berdasarkan data lokasi aktiva tetap yang teliti. Dokumen untuk meminta otorisasi transfer aktiva tetap adalah surat permintaan transfer aktiva tetap. Semua transfer aktiva tetap dalam lingkungan intern perusahaan harus diotorisasi oleh Bagian Aktiva Tetap. Surat permintaan transfer aktiva tetap dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu aktiva tetap.

Sistem Revaluasi Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi pengisian kembali aktiva tetap. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasarpencatatan adalah bukti memorial.

Sistem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap. Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan adalah bukti memorial.

5.  Pengendalian Internal Atas Aktiva Tetap
Mulyadi menjelaskan didalam  bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi (2001, h.612) bahwa terdapat beberapa unsur pengendalian internal dalam sistem akuntansi aktiva tetap. Unsur-unsur tersebut sebagai berikut
a)  Organisasi

Fungsi pemakai terpisah dari fungsi akuntansi aktiva tetap Hal ini bertujuan untuk mengawasi aktiva tetap serta pemakaian dari aktiva tetap tersebut.

Transaksi perolehan, penjualan dan penghentian pemakaian aktiva tetap harus dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja secara independent. Tujuan dari unsur ini adalah untuk menciptakan internal checkatas pelaksanaan transaksi yang mengakibatkan pekerjaan karyawan yang satu dicek ketelitian dan keandalan oleh karyawan yang lain.

b)  Sistem otorisasi

Anggaran investasi diotorisasi oleh rapat umum pemegang saham penggunaan anggaran investasi merupakan sarana yang baik sebagai alat pengendali investasi dalam aktiva tetap.

Surat permintaan otorisasi investasi diotorisasi oleh direktur yang bersangkutan Setiap realisasi investasi yang tercantum dalam anggaran investasi harus mendapat persetujuan dari direktur yang bersangkutan sebelum disetujui pelaksanaannya oleh direktur utama perusahaan.

Surat permintaan otorisasi reparasi diotorisasi oleh direktur utama. Surat otorisasi reparasi yang berisi persetujuan dilaksanakannya pengeluaran modal harus mendapat otorisasi oleh direktur utama

Surat perintah kerja diotorisasi oleh kepala departemen yang bersangkutan. Work order yang berisi persetujuan dilaksanakannya pengeluaran modal untuk membangun reparasi, pembongkaran aktiva tetap harus mendapat otorisasi oleh kepala departemen yang bersangkutan

Surat order pembelian diotorisasi oleh pejabat yangberwenang Jika jumlah harga beli aktiva tetap tinggi, otorisasi surat order pembelian berada ditangan direktur utama.

Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan. Laporan penerimaan batrang yang berisi persetujuan penerimaan aktiva tetap yang dikirim oleh pemasok harus mendapat otorisasi oleh fungsi penerimaan

Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi, Bukti kas keluar yang berisi persetujuan dilaksanakannya pengeluaran kas untuk pembayaran harga aktiva tetap yang dibeli harus mendapat otorisasi oleh direktur utama

Bukti memorial diotorisasi oleh fungsi akuntansi, bukti memorial yang berisi persetujuan dilaksanakannya up dating terhadap kartu aktiva tetap dan jurnal umum harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi

c)  Prosedur pencatatan
Perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada  bukti kas keluar dan bukti memorial yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap, yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. Setiap pemutakhiran data yang dicatat dalam kartu aktiva tetap harus dilakukan oleh fungsi akuntansi , dan harus didasarkan pada dokumen sumber yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang serta dilampiri dokumen pendukung yang sahih

d)  Praktik yang sehat

Secara periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu aktiva tetap, pengawasan Intern yang baik mensyaratkan data dalam kartu aktiva tetap secara periodic dicocokkan dengan aktiva tetap secara fisik

Penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap Pengawasan investasi dalam aktiva tetap yang baik dilaksanakan dengan menggunakan perencanaan yang dituangkan dalam anggaran investasi. Anggaran investasi ini disusun setelah dilakukan telaah dan studi kelayakan terhadap usulan investasi

Penutupan asuransi aktiva tetap terhadap kerugian Untuk mencegah kerugian yang timbul sebagai akibat  kecelakaan dan kebakaran, aktiva tetap harus diasuransikan dengan  jumlah pertanggungan yang memadai

Kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (Capital Expenditure) dengan pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure) Kebijakan ini harus dinyatakan secara eksplisit dantertulis untuk menjamin konsistensi perlakuan akuntansi terhadap kedua macam pengeluaran tersebut.

Sistem pengendalian intern yang lemah akan mengakibatkan kemungkinan terjadi kesalahan, ketidak akuratan ataupun kecurangan semakin besar. Oleh karena itu sangat penting bagi pihak perusahaan untuk menerapkan prosedur-prosedur pengendalian intern yang baik dan tepat.

6.  Informasi Yang dibutuhkan Oleh Manajemen
Informasi – informasi yang didapatkan oleh Manajemen dari Sistem Informasi Akuntansi aktiva tetap adalah sebagai berikut :
a)  Aktiva yang mana saja yang harus diganti dan dibeli perusahaan
b)  Umur ekonomis setiap aktiva tetap yang ada diperusahaan
c)  Bagian mana yang memerlukan aktiva tetap dan penggantian aktiva tetap
Kapasitas yang  dimiliki dari setiap aktiva yang ada didalam perusahaan


l

Rabu, 01 Juli 2015

Sertifikat Elektronik Untuk Kebutuhan PKP

 
 Saat ini kita dihadapkan dengan era digital, dimana mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih, dimulai dari kabel bahkan sampai nirkabel. kemajuan teknologi ini memberikan dampak positif dan negatif. Dimana dengan kemajuan teknologi memberikan efisiensi dalam suatu sistem. Oleh karena itu, DJP memanfaatkan hal positif teknologi untuk kefisiensian kinerja dan memudahkan mengkoordinir para WP yang setiap tahunnya semakin meningkat dan jumlah Pegawai Pajak tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
   Sertifikat Elektronik adalah suatu program, atau sertifikat digital yang dihasilkan oleh DJP untuk mendapatkan Nomor Faktur dan untuk menjalankan Aplikasi E-Faktur, yang tujuannya adalah untuk memudahkan WP dalam hal meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara langsung (online) tanpa harus antri di KPP, membuat Surat Permohonan dan meminta tanda tangan Direktur yang pastinya terlalu meribetkan. Sertifikat Elektronik berfungsi sebagai prasyarat untuk mendapatkan layanan perpajakan secara elektronik (melalui akun PKP) dalam melaksanakan ketentuan UU PPN seperti penggunaan aplikasi e-Faktur, permintaan nomor seri Faktur Pajak secara online dan layanan lainnya.
   Disini akan menjelaskan tata cara pengajuan Serifikat Elektronik Yang mungkin terdengar Sedikit ASING bagi sebagian WP, menurut Peng-3 /PJ.02/2014 Syarat permintaan Sertifikat Elektronik adalah :

  1. Surat Permintaan Sertifikat Elektronik dan Surat Pernyataan Persetujuan Penggunaan Sertifikat Elektronik ditandatangani dan disampaikan oleh pengurus PKP yang bersangkutan secara langsung ke KPP tempat PKP dikukuhkan dan tidak diperkenankan untuk dikuasakan ke pihak lain 
  2. Pengurus sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah: 
    1. orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan/atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang KUP; dan 
    2. Namanya tercantum dalam SPT Tahunan PPh Badan tahun pajak terakhir yang jangka waktu penyampaiannya telah jatuh tempo pada saat pengajuan surat permintaan sertifikat elektronik.
  3. SPT Tahunan PPh Badan sebagaimana dimaksud pada huruf b.2) harus sudah disampaikan ke KPP dengan dibuktikan asli SPT Tahunan PPh Badan beserta bukti penerimaan surat/tanda terima pelaporan SPT. 
  4. Dalam hal pengurus namanya tidak tercantum dalam SPT Tahunan PPh Badan sebagaimana dimaksud pada huruf b.2), maka pengurus tersebut harus menunjukkan asli dan menyerahkan fotocopy:
    1. surat pengangkatan pengurus yang bersangkutan; dan 
    2. akta pendirian perusahaan atau asli penunjukan sebagai BUT/permanent establishment dari perusahaan induk di luar negeri
  5. Pengurus harus menunjukkan asli dan menyerahkan fotocopy kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
  6. Dalam hal pengurus merupakan Warga Negara Asing, pengurus harus menunjukkan asli dan menyerahkan fotocopy paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
  7. Pengurus harus menyampaikan softcopy pas foto terbaru yang disimpan dalam compact disc (CD) atau media lain sebagai kelengkapan surat permintaan sertifikat elektronik (file foto diberi nama: NPWP PKP-nama pengurus-nomor kartu identitas pengurus).
untuk surat permintaan sertifikat elektronik dan Surat Pernyataan Persetujuan Penggunaan Sertifikat Elektronik dapat dilihat di http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/PENG-3%20PJ%202014.PDF 

dalam hal pengurusan sertifikat elektronik tersebut sebaik nya kita menyiapkan Kode aktivasi dan Password yang biasa kita bawa ketika meminta Nomor Seri faktur pajak di kantor pajak, dikarenakan kita bakalan disuruh memasukkan Passwordnya untuk aktivasi Sertifikat elektronik. dan harus dipastikan dokumen yang di SPT harus sesuai dengan yang dibawa. contoh : alamat direktur yang di SPT harus sesuai dengan KTP Yang dibawa direktur dan tanda tangannya tidak boleh ada kekeliruan, stempel dan alat administrasi lainnya.
dan jangan lupa siapkan Username dan Passphrase Seritifikat Elektronik untuk memudahkan di KPP nnti

walaupun terlihat agak ribet tpi yakinlah dalam hal prosesnya ini sangat mudah dan menyenangkan :)
karena mw tidak mw kita harus ikut dalam era digital ini. kalau tidak, yakinlah kita akan ketinggalan dengan negara2 lain...
sekian