1. Latar Belakang
Sistem
informasi keuangan menjadi semakin penting dalam kehidupan perekonomian,
khususnya untuk dunia usaha. Hal ini terjadi karena para pelaku ekonomi dalam
mengambil keputusan semakin bijaksana serta ditunjang dengan perkembangan
teknologi informasi yang sangat pesat. Akuntansi keuangan sebagai salah satu
cabang ilmu dan praktik akuntansi yang berhubungan dengan permasalahan laporan
keuangan perusahaan kepada berbagai pihak pengambil keputusan dalam manajemen
perusahaan, perlu diselenggarakan dengan berlandaskan pada standar akuntansi
yang berlaku. Salah satu tujuan akuntansi adalah untuk memberikan informasi
akuntansi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban, modal dan
potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
Perusahaan
bisnis yang menginvestasikan modalnya dalam bentuk harta yang bersifat tahan
lama dan dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan dalam akuntansi
dikenal dengan istilah aktiva tetap. Aktiva tetap (fixed asset) adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap
pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi
perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal
perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Aktiva
tetap mempunyai karakteristik yang berbeda dengan aktiva lancer. Jika aktiva
lancar dikendalikan pada saat konsumsinya, pengendalian aktiva tetap
dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva tersebut. Hal ini
disebabkan banyak pengeluaran-pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap
yang tidak bisa tidak harus dilakukan karena berupa commited cost, yang dalam masa pengoperasian aktiva tetap jenis
biaya tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manajemen melalui wewenang yang
dimilikinya. Karena pengendalian aktiva tetap dilakukan pada saat perencanaan
perolehannya, sistem akuntansi aktiva tetap tetap menyediakan mekanisme
otorisasi sejak saat perencanaan sampai dengan saat pelaksanaan perolehan
aktiva tetap.
Aktiva
tetap berwujud meliputi berbagai bentuk kekayaan yang dipergunakan dalam
operasi perusahaan yang biasa secara permanen atau untuk jangka panjang. Yang
termasuk dalam aktiva tetap antara lain tanah, gedung atau bangunan, kendaraan,
mesin-mesin dan alat-alat perkantoran. Tanah adalah bagian dari bumi yang
dikuasai perusahaan dan digunakan dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan
normal perusahaan. Gedung atau bangunan adalah bangunan-bangunan yang dikuasai
oleh perusahaan yang penggunaannya berkaitan dengan kegiatan normal perusahaan,
contoh : gedung kantor, gedung pabrik, dan gedung garasi. Kendaraan adalah
segala alat transportasi yang dikuasai perusahaan dan digunakan dalam rangka
kegiatan normal perusahaan, sebagai pengangkut barang atau karyawan. Mesin
adalah segenap alat yang digunakan dalam pengolahan barang yang berkaitan
dengan kegiatan normal perusahaan. Sedangkan alat-alat perkantoran adalah
perangkat, perabot, dan perkakas perkantoran yang dikuasai perusahaan dan
digunakan dalam kaitannya dengan kegiatan normal perusahaan.
Penilaian
aktiva tetap berwujud, aktiva tetap dinyatakan sebesar nilai buku. Nilai buku
adalah harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan aktiva tetap.
Sedangkan harga perolehan aktiva tetap adalah uang yang dikeluarkan atau utang
yang timbul dan biaya-biaya lain yang terjadi dalam memperoleh aktiva tetap
sejak pembelian sampai aktiva tetap tersebut siap digunakan untuk operasional
perusahaan.
2.
Definisi
Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
Sistem adalah suatu jaringan
prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan
pokok perusahaan (Mulyadi, 2001 :5). Menurut H. Bordnar Hopwood (2001 : 1)
system adalah kumpulan dari sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan
tertentu. Sedangkan menurut Baridwan (1991 : 3) system adalah suatu kerangka dan
prosedur-prosedur yang saling berhubunganan yang disusun sesuai dengan suatu
skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari
perusahaan.
Akuntansi adalah proses pencatatan,
penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu
organisasi (Jusuf, 2001 :5). Menurut Harahap (1996: 47) akuntansi adalah bahasa
bisnis yang dapat memberikan informasi atau mengkomunikasikan kondisi bisnis
hasil usahanya pada suatu waktu atau pada suatu periode tertentu. Sedangkan
menurut Soemarso (2000 : 4) akuntansi adalah proses pengidentifikasian,
pencatatan dan pengkomunikasian kejadian-kejadian ekonomi suatu organisasi (perusahaan ataupun
bukan perusahaan) kepada para pemakai informasi yang berkepentingan.
Sistem akuntansi merupakan
keseluruhan prosedur dan tehnik yang diperlukan untuk mengumpulkan data dan
mengolahnya menjadi suatu laporan yang bersifat keuangan baik sebagai bahan
yang membantu pengembilan keputusan maupun alat untuk pengawasan (Andi, 2003:
34). Menurut Baridwan (1991: 4) sistem akuntansi adalah formulir-formulir,
catatan-catatan, dan prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengolah data
mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan
balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk
mengawasi usahanya. Sedangkan menurut Mulyadi (2001 :3) system akuntasi adalah
organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa
untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna
memudahkan pengelolaan perusahaan.
Aktiva tetap adalah kekayaan
perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu
tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan, bukan untuk dijual
kembali (Mulyadi, 2001: 591). Menurut Baridwan (1997: 271) aktiva tetap
berwujud adalah aktiva-aktiva yang sifatnya relative permanen yang digunakan
dalam kegiatan perusahaan normal. Sedangkan menurut Simamora (2000: 298) aktiva
tetap (fixed assets) adalah aktiva
tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih
dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual
dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari
satu tahun.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas
dapat disimpulkan bahwa sistem aktiva
tetap adalah sistem akuntansi yang mengolah transaksi yang mengubah aktiva
tetap yang melibatkan bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lain, untuk
menghasilkan informasi akuntansi yang dibutuhkan berbagai tingkat manajemen
pada perusahaan.
3.
Tujuan
Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
Sistem informasi aktiva tetap dibangun dengan tujuan untuk :
·
Memudahkan perusahaan melacak aktiva tetap yang saat ini
dimiliki perusahaan.
·
Memudahkan perusahaan untuk menghitung beban depresiasi.
·
Memudahkan perusahaan untuk merekam transaksi yang terkait
dengan aktiva tetap.
·
Memastikan bahwa perusahaan merekam harga perolehan yang benar
pada saat pembelian aktiva tetap atau pada saat membuat atau membangun sendiri
aktiva tetap.
·
Menghasilkan informasi yang relevan dan tepat waktu. Sistem
informasi aktiva tetap diharapkan dapat menghasilkan informasi berupa :
a. Daftar aktiva tetap
yang dimiliki perusahaan, informasi ini berguna untuk memastikan kelengkaoan
aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Jika tidak memiliki daftar aktiva tetap,
perusahaan tidak dapat melakukan pengecekan secara fisik atas aktiva
perusahaan.
b. Total beban depresiai
setiap bulan, informasi ini berguna bagi perusahaan untuk menghitung laba rugi
bulanan.
Tujuan
spesifik dari Sistem Akuntansi Aktiva Tetap adalah :
- Memproses akuisisi aktiva tetap ketika diperlukan dan sesuai dengan persetujuan dan prosedur manajemen formal
- Mempertahankan catatan akuntansi yang memadai dari akusisi, biaya, deskripsi, dan alokasi fisik aktiva didalam organisasi
- Mempertahankan catatan depresiasi yang akurat untuk aktiva aktiva yang dapat disusutkan dengan metode-metode yang wajar
- Menyediakan informasi bagi pihak manajemen yang dapat membantu merencanakan investasi aktiva tetap di masa yang akan datang
- Mencatat penghapusan aktiva tetap dengan benar
1. Fungsi yang Terkait Dalam Pengadaan Aktiva Tetap
Fungsi yang terkait
dalam pengadaan aktiva tetap mempunyai peranan penting, dengan adanya fungsi
yang terkait maka prosedur pengadaan aktiva tetap akan berjalan dengan baik.
Adapun fungsi-fungsi yang terkait dalam prosedur pengadaan aktiva tetap adalah
sebagai berikut :
Fungsi
Pemakai. Dalam system akuntansi aktiva tetap, fungsi pemakai bertanggung jawab
mengajukan usulan investasi dalam aktiva tetap dan mengajukan surat permintaan
otorisasi investasi untuk merealisasikan perolehan aktiva tetap. Unit
organisasi pemakaian aktiva tetap berfungsi mengelola pemakaian aktiva tetap.
Fungsi
Riset dan Pengembangan. Fungsi ini bertanggung jawab mengajukan usulan
investasi aktiva tetap yang dimanfaatkan bersama oleh lebih dari satu fungsi.
Di samping itu, fungsi ini bertanggung jawab melalukan studi kelayakan setiap
usulan investasi dari berbagai fungsi lain dalam perusahaan.
Direktur
yang bersangkutan. Pejabat ini berfungsi memberikan persetujuan terhadap usulan
investasi dan surat permintaan otorisasi reparasi yang diajukan oleh unit
organisasi yang ada dibawah wewenangnya.
Direktur
Utama. Pejabat ini yang memberikan otorisasi terhadap semua mutasi aktiva
tetap. Otorisasi ini dicantumkan dalam formulir surat permintaan otorisasi
investasi dan surat permintaan otorisasi reparasi.
Fungsi
Pembelian. Fungsi ini bertanggung jawab memilih pemasok dan menerbitkan surat
order pembelian untuk pengadaan aktiva tetap.
Fungsi
Penerimaan. Fungsi ini bertanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap aktiva
tetap yang diterima dari pemasok. Hasil pemeriksaan terhadap aktiva tetap
tersebut dicantumkan dalam laporan penerimaan barang.
Fungsi
Aktiva Tetap. Fungsi ini bertanggung jawab atas pengelolaan aktiva tetap
perusahaan. Fungsi ini memiliki wewenang dalam penempatan, pemindahan, dan
penghentian pemakaian aktiva tetap.
Fungsi
Akuntansi. Fungsi ini bertanggung jawab dalam pembuatan dokumen sumber (bukti
kas keluar dan bukti memorial) untuk pencatatan mutasi aktiva tetap dan
penyelenggaraan buku pembantu aktiva tetap. Di samping itu, fungsi akuntansi
bertanggung jawab atas penyelenggaraan jurnal yang bersangkutan dengan aktiva
tetap (register bukti kas keluar dan jurnal umum).
2. Dokumen yang Digunakan dalam Sistem
Akuntansi Aktiva Tetap
Dokumen yang digunakan untuk merekam
data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
aktiva tetap yang bersangkutan adalah:
Surat
Permintaan Otorisasi Investasi (Expenditure
Authorization Request atau Authorization for Expenditure). Karena
investasi dalam aktiva tetap biasanya meliputi jumlah rupiah yang relative
besar dan mencakup keterikatan dana dalam jangka waktu yang relative panjang,
maka pengendalian aktiva tetap dilakukan melalui perencanaan yang matang.
Perencanaan pengeluaran investasi dalam aktiva tetap dimulai dengan diajukannya
usulan investasi kepada manajemen puncak. Dokumen yang digunakan untuk meminta
persetujuan pelaksanaan investasi dalam aktiva tetap disebut surat permintaan
otorisasi investasi. Dokumen ini diisi oleh fungsi yang mengusulkan perolehan
aktiva tetap dan setelah diotorisasi oleh direktur fungsi yang bersangkutan
dimintakan persetujuan dari Direktur Utama.
Surat
Permintaan Reparasi (Authorization for Repair).
Dokumen ini berfungsi sebagai perintah dilakukannya reparasi atau perbaikan
atas aktiva tetap tersebut
Surat Permintaan Transfer Aktiva Tetap.
Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dan pemberian otorisasi transfer
aktiva tetap.
Surat Permintaan Penghentian Pemakaian Aktiva
Tetap. Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dan pemberian otorisasi
penghentian pemakaian aktiva tetap.
Surat
Perintah Kerja (Work Order). Dokumen
ini memiliki 2 fungsi, yang pertama sebagai perintah dilaksanakannya pekerjaan
tertentu mengenai aktiva tetap dan yang kedua sebagai catatan yang dipakai
untuk mengumpulkan biaya pembuatan aktiva tetap. Dokumen ini digunakan sebagai
perintah kerja pemasangan aktiva tetap yang dibeli, pembongkaran aktiva tetap
yang dihentikan pemakaiannya.
Surat
Order Pembelian. Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi pembelian yang merupakan
surat untuk memessan aktiva tetap kepada pemasok. Untuk pembelian aktiva tetap
yang melibatkan jumlah investasi yang besar umumnya pemilihan pemasok dilakukan
melalui proses tender terbuka.
Laporan
Penerimaan Barang. Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi penerimaan setelah
fungsi ini melakukan pemeriksaan kuantitas, mutu, dan spesifikasi aktiva tetap
yang diterima dari pemasok.
Faktur
dari Pemasok. Dokumen ini merupakan tagihan dari pemasok untuk aktiva tetap
yang dibeli.
Bukti
Kas Keluar. Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran kas yang dibuat oleh
fungsi akuntansi setelah dokumen surat permintaan otorisasi investasi, surat
order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok diterima
dan diperiksa oleh fungsi tersebut.
Daftar
Depresiasi Aktiva Tetap. Daftar ini berisi jumlah biaya depresiasi aktiva tetap
yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu. Dokumen ini merupakan dasar
untuk pembuatan bukti memorial untuk pencatatan biaya depresiasi yang
dibebankan dalam periode akuntansi tertentu.
Bukti
Memorial. Dokumen ini digunakan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan
transaksi depresiasi aktiva tetap, harga pokok aktiva tetap yang telah selesai
dibangun, pemberhentian pemakaian aktiva tetap, dan pengeluaran modal.
3. Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang digunakan
untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi
depresiasi aktiva tetap adalah:
Kartu
Aktiva Tetap. Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu aktiva tetap yang
digunakan untuk mencatat secara rinci segala data yang bersangkutan dengan
aktiva tetap tertentu.
Jurnal
Umum. Jurnal umum ini digunakan untuk mencatat transaksi harga pokok aktiva
tetap yang telah selesai dibangun, biaya-biaya untuk pemasangan dan
pembongkaran aktiva tetap, penghentian pemakaian aktiva tetap, dan depresiasi
aktiva tetap.
Register
Bukti Kas Keluar. Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pembelian
aktiva tetap dan pengeluaran modal yang berupa pengeluaran kas.
4. Jaringan Prosedur
Jaringan
subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah:
Sistem
Pembelian Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk melaksanakan pencatatan harga
pokok aktiva tetap yang diperoleh dari transaksi pembelian. Karena harga pokok
aktiva tetap yang dibeli terdiri dari harga yang tercantum dalam faktur dari
pemasok dan semua biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan aktiva tetap sampai
dengan dalam keadaan siap dipakai, maka dokumen sumber yang dipakai dalam
prosedur ini adalah bukti kas keluar (yang dilampiri dengan surat permintaan
otorisasi investasi, surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan
faktur dari pemasok) dan bukti memorial (yang dilampiri dengan surat perintah
kerja).
Sistem
Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan Sendiri.
Sistem ini dirancang untuk mencatat harga pokok aktiva
tetap yang diperoleh perusahaan dari pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh
perusahaan. Surat perintah kerja merupakan dokumen yang digunakan untuk
mengumpulkan biaya kontruksi. Jika suatu aktiva tetap yang dibangun sendiri
telah selesai, maka bukti memorial (yang dilampiri dengan surat perintah kerja)
dipakai sebagai dokumen sumber untuk mencatat harga pokok aktiva tetap tersebut
ke dalam kartu aktiva tetap dan jurnal umum.
Sistem
Pengeluaran Modal
Sistem ini dirancang untuk mencatat
tambahan harga pokok aktiva tetap dengan adanya pengeluaran modal. Setiap
pengeluaran modal memerlukan dokumen surat permintaan otorisasi investasi dari
manajemen puncak. Pelaksanaan surat permintaan otorisasi investasi dilakukan
berdasarkan dokumen surat perintah kerja. Pencatatan biaya yang terjadi untuk
surat perintah kerja dilakukan menurut nomer surat perintah kerja yang
bersangkutan, sehingga dapat dihitung besarnya pengeluaran modal untuk surat
perintah kerja tertentu, dan dapat dihitung tambahan harga pokok aktiva yang
bersangkutan.
Sistem
Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat pengurangan harga
pokok dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya serta
laba rugi yang timbul sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap
tersebut. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan penghentian
pemakaian aktiva tetap adalah bukti memorial yang dilampiri dengan dokumen
pendukung berupa surat permintaan penghentian dan transfer aktiva tetap.
Sistem
Transfer Aktiva Tetap.
Sistem
ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat
pertanggungjawaban ke pusat pertanggungjawaban yang lain. Karena biaya
depresiasi, biaya reparasi dan pemeliharaan harus dibebankan kepada pusat
pertanggungjawaban yang menggunakan aktiva tetap, semua perpindahan aktiva
tetap harus segera diikuti oleh fungsi akuntansi, agar fungsi ini dapat
membebankan biaya-biaya tersebut berdasarkan data lokasi aktiva tetap yang
teliti. Dokumen untuk meminta otorisasi transfer aktiva tetap adalah surat
permintaan transfer aktiva tetap. Semua transfer aktiva tetap dalam lingkungan
intern perusahaan harus diotorisasi oleh Bagian Aktiva Tetap. Surat permintaan
transfer aktiva tetap dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu aktiva
tetap.
Sistem
Revaluasi Aktiva Tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi pengisian
kembali aktiva tetap. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasarpencatatan
adalah bukti memorial.
Sistem
Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap.
Sistem
ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap. Dokumen yang
dipakai sebagai dasar pencatatan adalah bukti memorial.
5. Pengendalian Internal Atas Aktiva Tetap
Mulyadi
menjelaskan didalam bukunya yang
berjudul Sistem Akuntansi (2001, h.612) bahwa terdapat beberapa unsur
pengendalian internal dalam sistem akuntansi aktiva tetap. Unsur-unsur tersebut
sebagai berikut
a) Organisasi
Fungsi
pemakai terpisah dari fungsi akuntansi aktiva tetap Hal ini bertujuan untuk
mengawasi aktiva tetap serta pemakaian dari aktiva tetap tersebut.
Transaksi
perolehan, penjualan dan penghentian pemakaian aktiva tetap harus dilaksanakan
oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja secara independent. Tujuan dari
unsur ini adalah untuk menciptakan internal checkatas pelaksanaan transaksi
yang mengakibatkan pekerjaan karyawan yang satu dicek ketelitian dan keandalan
oleh karyawan yang lain.
b) Sistem
otorisasi
Anggaran
investasi diotorisasi oleh rapat umum pemegang saham penggunaan anggaran
investasi merupakan sarana yang baik sebagai alat pengendali investasi dalam
aktiva tetap.
Surat
permintaan otorisasi investasi diotorisasi oleh direktur yang bersangkutan
Setiap realisasi investasi yang tercantum dalam anggaran investasi harus
mendapat persetujuan dari direktur yang bersangkutan sebelum disetujui
pelaksanaannya oleh direktur utama perusahaan.
Surat
permintaan otorisasi reparasi diotorisasi oleh direktur utama. Surat otorisasi
reparasi yang berisi persetujuan dilaksanakannya pengeluaran modal harus
mendapat otorisasi oleh direktur utama
Surat
perintah kerja diotorisasi oleh kepala departemen yang bersangkutan. Work order
yang berisi persetujuan dilaksanakannya pengeluaran modal untuk membangun
reparasi, pembongkaran aktiva tetap harus mendapat otorisasi oleh kepala
departemen yang bersangkutan
Surat
order pembelian diotorisasi oleh pejabat yangberwenang Jika jumlah harga beli
aktiva tetap tinggi, otorisasi surat order pembelian berada ditangan direktur
utama.
Laporan
penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan. Laporan penerimaan
batrang yang berisi persetujuan penerimaan aktiva tetap yang dikirim oleh
pemasok harus mendapat otorisasi oleh fungsi penerimaan
Bukti
kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi, Bukti kas keluar yang berisi
persetujuan dilaksanakannya pengeluaran kas untuk pembayaran harga aktiva tetap
yang dibeli harus mendapat otorisasi oleh direktur utama
Bukti
memorial diotorisasi oleh fungsi akuntansi, bukti memorial yang berisi
persetujuan dilaksanakannya up dating terhadap kartu aktiva tetap dan jurnal
umum harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi
c) Prosedur
pencatatan
Perubahan
kartu aktiva tetap harus didasarkan pada
bukti kas keluar dan bukti memorial yang dilampiri dengan dokumen
pendukung yang lengkap, yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. Setiap
pemutakhiran data yang dicatat dalam kartu aktiva tetap harus dilakukan oleh
fungsi akuntansi , dan harus didasarkan pada dokumen sumber yang diotorisasi
oleh pejabat yang berwenang serta dilampiri dokumen pendukung yang sahih
d) Praktik
yang sehat
Secara
periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu aktiva tetap,
pengawasan Intern yang baik mensyaratkan data dalam kartu aktiva tetap secara
periodic dicocokkan dengan aktiva tetap secara fisik
Penggunaan
anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap
Pengawasan investasi dalam aktiva tetap yang baik dilaksanakan dengan menggunakan
perencanaan yang dituangkan dalam anggaran investasi. Anggaran investasi ini
disusun setelah dilakukan telaah dan studi kelayakan terhadap usulan investasi
Penutupan
asuransi aktiva tetap terhadap kerugian Untuk mencegah kerugian yang timbul
sebagai akibat kecelakaan dan kebakaran,
aktiva tetap harus diasuransikan dengan
jumlah pertanggungan yang memadai
Kebijakan
akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (Capital Expenditure) dengan
pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure) Kebijakan ini harus dinyatakan
secara eksplisit dantertulis untuk menjamin konsistensi perlakuan akuntansi
terhadap kedua macam pengeluaran tersebut.
Sistem
pengendalian intern yang lemah akan mengakibatkan kemungkinan terjadi
kesalahan, ketidak akuratan ataupun kecurangan semakin besar. Oleh karena itu
sangat penting bagi pihak perusahaan untuk menerapkan prosedur-prosedur
pengendalian intern yang baik dan tepat.
6. Informasi Yang dibutuhkan Oleh Manajemen
Informasi
– informasi yang didapatkan oleh Manajemen dari Sistem Informasi Akuntansi
aktiva tetap adalah sebagai berikut :
a) Aktiva yang mana saja yang harus diganti dan dibeli
perusahaan
b) Umur ekonomis setiap aktiva tetap yang ada diperusahaan
c) Bagian mana yang memerlukan aktiva tetap dan penggantian
aktiva tetap
Kapasitas yang
dimiliki dari setiap aktiva yang ada didalam perusahaan
l
